Trump menyampaikan dukungan tersebut melalui unggahan di platform Truth Social pada Senin (10/8/2026). Pernyataan itu muncul ketika sejumlah konfederasi sepak bola dunia tengah menyoroti kepemimpinan Infantino, termasuk terkait rencana penjualan saham Piala Dunia.
Trump Beri Apresiasi Infantino
Trump menilai Infantino berhasil memimpin Piala Dunia 2026 dengan sangat baik. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi alasan FIFA seharusnya tidak mengganti pria asal Swiss tersebut.
"FIFA akan melakukan kesalahan besar jika, karena alasan apa pun, mereka mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," tulis Trump.
"Beliau luar biasa, baru saja memimpin Piala Dunia paling sukses, empat kali lipat lebih sukses dari sebelumnya. Jika beliau pergi, Piala Dunia tidak akan pernah sesukses atau menguntungkan seperti ini lagi! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Presiden DJT."
US Soccer Kritik Kepemimpinan Infantino
Dukungan Trump berbanding terbalik dengan sikap sejumlah organisasi sepak bola di kawasan Amerika. Pada hari yang sama, US Soccer bersama Federasi Sepak Bola Kanada serta organisasi sepak bola dari Amerika Tengah dan Karibia menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Infantino.
US Soccer merupakan federasi sepak bola Amerika Serikat, sedangkan CFU (Caribbean Football Union) adalah Persatuan Sepak Bola Karibia dan UNCAF (Unión Centroamericana de Fútbol) merupakan Persatuan Sepak Bola Amerika Tengah.
"Federasi Sepak Bola AS, Federasi Sepak Bola Kanada, CFU (Persatuan Sepak Bola Karibia) dan UNCAF (Persatuan Sepak Bola Amerika Tengah) berdiri bersama, dengan rekan-rekan kami di seluruh dunia, dalam menyerukan perubahan berarti yang memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas FIFA," bunyi pernyataan tersebut.
Tiga Konfederasi Desak Infantino Mundur
Tekanan terhadap Infantino juga datang dari UEFA (Union of European Football Associations), Concacaf (Confederation of North, Central America and Caribbean Association Football), serta AFC (Asian Football Confederation).
Ketiga konfederasi tersebut kembali mendesak Infantino mundur dari jabatan Presiden FIFA melalui surat terbuka bersama yang dirilis Senin (10/8/2026). Mereka menyoroti dugaan manipulasi terkait proposal rahasia pembentukan FIFA Forward Enterprises (FFE).
UEFA, Concacaf, dan AFC juga meminta Infantino membatalkan pencalonannya kembali dalam pemilihan Presiden FIFA yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
Selain meminta perubahan kepemimpinan, ketiga konfederasi tersebut juga mengancam membuat kompetisi tandingan secara independen. Langkah itu disebut sebagai upaya melindungi hak bertanding para pemain di tengah persoalan internal FIFA.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda