Seperti yang diketahui, Macklemore sebelumnya dicoret dari rangkaian tur tersebut setelah menyerukan "Free Palestine" serta membawakan lagu protes "Hind's Hall" ketika tampil dalam dua konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.
Polemik tersebut turut diikuti keputusan sejumlah musisi pembuka lainnya yang mengundurkan diri dari Loop Tour. Mereka di antaranya Aaron Rowe, Beoga, Finneas yang merupakan adik Billie Eilish, serta musisi asal Denmark, Lukas Graham.
Kini, rapper bernama asli Benjamin Haggerty tersebut mengumumkan rangkaian tur solonya melalui unggahan di Instagram. Tur tersebut mengusung semangat solidaritas terhadap Palestina dan hasil yang diperoleh nantinya akan disalurkan kepada sejumlah organisasi yang mendukung masyarakat Palestina.
Dalam pernyataannya, Macklemore menyoroti perubahan pandangan publik terhadap isu Palestina dalam beberapa tahun terakhir. Ia juga mengajak para musisi untuk lebih berani menggunakan panggung mereka dalam menyuarakan isu kemanusiaan.
"Kalau ada satu hal yang bisa kita lihat dari beberapa minggu terakhir, perubahan besar memang sudah terjadi dalam tiga tahun terakhir. Ada kesadaran kolektif yang semakin kuat soal pembebasan Palestina, tentang bagaimana kekuatan para miliarder berusaha membungkam suara tersebut, dan tentang apa yang sekarang kita harapkan dari para musisi," tulis Macklemore di Instagram pada Kamis, 24 September 2026.
Menurut Macklemore, kondisi tersebut membuat musisi tidak lagi bisa bersikap apolitis ketika berhadapan dengan persoalan kemanusiaan. Ia menilai para musisi memiliki ruang untuk mengedukasi sekaligus membangun solidaritas melalui karya dan panggung mereka.
"Ini tahun 2026. Bersikap apolitis ketika terjadi genosida sudah tidak bisa lagi dilakukan. Orang-orang meminta para musisi untuk hadir, membuka mata dan belajar, serta membangun solidaritas bersama. Menggunakan panggung bukan sekadar untuk hiburan, tetapi juga untuk menyuarakan sesuatu yang lebih besar. Melawan ketika seruan untuk Free Palestine justru dibalas dengan upaya untuk membungkamnya," lanjutnya.
Macklemore kemudian mengaitkan pengalamannya dicoret dari Loop Tour dengan persoalan kebebasan berekspresi di industri musik. Ia mempertanyakan bagaimana keputusan mengenai suara yang dapat disampaikan di atas panggung dapat dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu.
"Apa yang terjadi pada saya bukan sekadar persoalan satu musisi atau satu panggung. Ketika kelompok miliarder bisa menentukan suara siapa yang boleh terdengar di atas panggung dan suara siapa yang dianggap terlalu berbahaya untuk didengar, semua orang seharusnya mulai memperhatikannya," ungkap Macklemore.
Ia juga mengaku telah menghubungi sejumlah musisi yang menurutnya berani menyuarakan dukungan kepada Palestina meski menghadapi konsekuensi dari sikap tersebut.
"Sepanjang pekan terakhir, saya menghubungi para musisi yang berani bersuara dan menggunakan panggung mereka untuk menunjukkan solidaritas kepada rakyat Palestina, terlepas dari konsekuensi yang mungkin mereka hadapi. Musisi-musisi yang memahami bahwa platform yang kita miliki tidak ada artinya jika kita hanya berani menggunakannya ketika semuanya aman," sambungnya.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Macklemore memastikan keuntungan dari Free Palestine Tour akan disalurkan kepada organisasi yang bergerak dalam dukungan kemanusiaan dan solidaritas terhadap Palestina.
"Seluruh hasil yang terkumpul akan disalurkan kepada organisasi-organisasi yang mendukung rakyat Palestina dan gerakan pembebasan Palestina," tutup Macklemore.
Free Palestine Tour akan dimulai di Dublin, Irlandia, pada 26 Oktober 2026. Macklemore kemudian melanjutkan penampilannya di Paris, Prancis, pada 29 Oktober, sebelum menutup rangkaian tur di London, Inggris, pada 30 Oktober 2026.
Poster resmi tur tersebut turut mencantumkan sejumlah organisasi yang akan menjadi penerima dukungan. Di antaranya Anera, Gaza Soup Kitchen, Heal Palestine, Middle East Children's Alliance, Medical Aid for Palestine, Palestine Children's Relief Fund, serta Glia Equal Care.
Selain itu, tercantum pula Taawon, Palestinian Youth Movement, Jewish Voice for Peace, UNRWA, dan Institute for Middle East Understanding (IMEU).
Melalui tur tersebut, Macklemore tidak hanya membawa materi musiknya ke sejumlah kota di Eropa, tetapi juga menjadikan rangkaian konser sebagai ruang untuk menyampaikan dukungan terhadap Palestina sekaligus menggalang dana bagi organisasi-organisasi yang disebutnya dalam pengumuman tersebut.