Perusahaan Fintech Bidik 96,6 Juta Penduduk Terakses Perbankan

Ilham wibowo 01 Agustus 2018 14:35 WIB
fintech
Perusahaan Fintech Bidik 96,6 Juta Penduduk Terakses Perbankan
CEO CekAja Jhon Patrick Ellis (paling kanan), Chief Exekutif Officer Asia Pacific Experian, Ben Eliot (kedua dari kanan). Medcom/Ilham W.
Jakarta: Kelompok perusahaan C88 Financial Technologies (Fintech), CekAja, berupaya mengembangkan pangsa pasarnya di Indonesia. Suntikan dana jutaan dolar Amerika Serikat (AS) dari para investor disebut bakal mendorong inklusi keuangan Tanah Air khususnya pada 96,6 juta penduduk yang selama ini tak memiliki akses perbankan.

Langkah kemitraan strategis CekAja dengan Experian, broker data asal Inggris, dilakukan dalam upaya meningkatkan akses keuangan kepada konsumen dan pelaku bisnis Indonesia. Suntikan dana investasi Seri C sebesar USD28 juta kemudian telah disepakati.

Chief Executive Officer Asia Pacific Experian, Ben Eliot, mengatakan sistem perbankan tradisional membuat individu dan pelaku bisnis sulit untuk meminjam dan menyimpan uang. Karenanya, teknologi yang ditawarkan dinilai bakal membuka hambatan itu untuk kemajuan sosial dan ekonomi.

"Experian telah bekerja sama dengan lembaga keuangan dan perusahaan rintisan di Asia termasuk CekAja. Kami sangat senang dengan kemitraan ini untuk menunjukan komitmen kami di kawasan Asia Pasifik," ujar Ben di Hotel Mandarin, Jakarta, Rabu, 1 Agustus 2018.

Perusahaan layanan informasi global ini juga menyuplai pengembangan teknologi CekAja dalam demand generation, analitik, dan digital on-boarding. Konsumen terutama pasar Indonesia bakal disesuaikan dengan produk yang diminati sesuai kebutuhan dan kriteria.

"Ini akan berlaku khususnya pada konsumen yang memiliki sedikit riwayat keuangan. Bagi lembaga keuangan, hal ini memungkinkan meraka untuk menerapkan teknologi terbaik di kelasnya utnuk demand generation, melakukan analitik, dan digital on-boarding melalui CekAja secara langsung yang didukung Experian," paparnya.

Sementara itu, CEO CekAja Jhon Patrick Ellis menyebut dirinya antusias mendapatkan kepercayaan investasi Seri C fintech ini. Sebagai salah satu financial marketplace terbesar di Asia Tenggara, kata dia, perusahaan yang didirikan sejak 2014 itu bakal meningkatkan jumlah pelanggan. Saat ini aktifitas perbankan melalui CekAja di Indonesia sudah mencapai 25 juta pengguna.

"Ada lebih dari 350 juta konsumen hanya di Indonesia dan Filipina saja. Kami yakin bahwa kami dapat memberikan dampak positif dalam masyarakat dan komunitas kami dengan membuka akses terhadap produk dan layanan keuangan," ujarnya.

CekAja telah terdaftar dan diatur soleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI). Jhon mengklaim aplikasi yang bisa diakses melalui smartphone itu memiliki keunggulan kunjungan dan transaksi tinggi. Penggunanya dapat memanfaatan teknologi yang terintegrasi dalam membandingkan, mendapatkan informasi, serta mengajukan semua produk keuangan seperti kartu kredit, pinjaman KPR, asuransi dan produk investasi

"CekAja menyediakan produk finansial untuk konsumen skala ritel dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Kami percaya pada inklusi keuangan dan bertujuan untuk memperjuangkan akses keuangan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke," pungkas dia.




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id